Bye Bye Perfectionism: Lepas Standar Kesempurnaan Yang Bikin Lelah

Authors

  • Nining Aninda Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
  • Stefhanie Stefhanie Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
  • Tia Septiana Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56457/jabdimas.v1i2.284

Keywords:

perfectionism, kesehatan mental, penerimaan diri, standar kesempurnaan, keseimbangan hidup

Abstract

Perfectionisme kerap dipersepsikan sebagai sikap positif karena identik dengan standar tinggi dan dorongan untuk mencapai hasil terbaik. Namun, dalam praktiknya, tuntutan untuk selalu sempurna justru sering menjadi sumber kelelahan mental, kecemasan, dan penurunan produktivitas. Artikel ini membahas fenomena perfectionism dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagaimana standar kesempurnaan yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan mental, proses belajar, serta kinerja individu. Melalui pendekatan reflektif dan deskriptif, tulisan ini menyoroti pergeseran sudut pandang dari mengejar kesempurnaan menuju penerimaan diri dan proses yang realistis. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa melepaskan perfectionism bukan berarti menurunkan kualitas diri, melainkan membangun keseimbangan antara usaha, batas kemampuan, dan kesehatan mental. Dengan demikian, individu diharapkan mampu menjalani aktivitas secara lebih sehat, produktif, dan bermakna tanpa terbebani oleh tuntutan untuk selalu sempurna.

References

Fadhlurrahman, A. F. R., & Rahayuningsih, T. (2024). The role of perfectionism on academic burnout in medical students: Testing the 2 × 2 model of perfectionism. INSAN: Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 9(1), 82–107.

Gantari, N. S., Putri, A. R., & Lestari, D. A. (2025). Hubungan antara physical appearance perfectionism dan body satisfaction pada pengguna TikTok. Jurnal Ilmiah Penelitian Psikologi, 11(1), 29–40.

Madani, B. F., & Ambarini, T. K. (2021). Hubungan antara perfeksionisme dengan kecenderungan kecemasan sosial pada remaja akhir pengguna Instagram. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 1(1), 45–54.

Paramitha, M., Sari, A. P., & Wijaya, R. S. (2024). Ketidakpuasan tubuh pada remaja: Peranan perfeksionisme dan komparasi sosial dalam media sosial. JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia, 2(3), 215–224

Downloads

Published

2023-12-10

How to Cite

Aninda, N., Stefhanie, S., & Septiana, T. . (2023). Bye Bye Perfectionism: Lepas Standar Kesempurnaan Yang Bikin Lelah. Jabdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 60–64. https://doi.org/10.56457/jabdimas.v1i2.284